Sistem Informasi Penelusuran Perkara
PENGADILAN NEGERI KAB. MADIUN
INFORMASI DETAIL PERKARA



Nomor Perkara Penuntut Umum Terdakwa Status Perkara
179/Pid.Sus/2018/PN MJY ROCHYANI B,SH YUSUP PRASTIO Alias GENDOL Bin ZAINURI Minutasi
Tanggal Pendaftaran Kamis, 06 Des. 2018
Klasifikasi Perkara Narkotika
Nomor Perkara 179/Pid.Sus/2018/PN MJY
Tanggal Surat Pelimpahan Senin, 03 Des. 2018
Nomor Surat Pelimpahan B.189/0.5.46/Epp.2/11/2018
Penuntut Umum
NoNama
1ROCHYANI B,SH
Terdakwa
NoNamaPenahanan
1YUSUP PRASTIO Alias GENDOL Bin ZAINURI[Penahanan]
Advokat
Dakwaan

Bahwa terdakwa YUSUP PRASTIYO Als GENDOL  Bin ZAINURI pada hari  Sabtu tanggal 8  September  2018 sekira pukul 15.30 wib atau pada waktu lain di bulan September 2018  bertempat di waduk  Notopuro  Ds. Duren  Kec. Pilangkenceng  Kab. Madiun atau  pada suatu tempat yang masih termasuk dalam  daerah hukum Pengadilan Negeri Kab. Madiun , tanpa hak atau melawan  hukum menawarkan   untuk  menjual ,menjual, membeli, menerima, menjadi  perantara dalam jual  beli , menukar  atau menyerahkan Narkotika Golongan I Perbuatan  terdakwa dilakukan  dengan cara sebagai berikut  :

           Bahwa bermula  Petugas Kepolisian set resarkoba  Polres  Kab. Madiun saksi WAHIB HIDAYAT,SH dan  ANTON  WIBISONO ,SH  saat  melaksanakan patrol  mendapatkan informasi dari  masyarakat  bahwa  di  Waduk  Notopuro  Pilangkenceng  sering  digunakan  transaksi  narkoba  atas  dasar  itulah  selanjutnya  petugas  setnarkoba mendatangi  tempat  tersebut  dan  menangkap   terdakwa  YUSUP PRASTIYO Als GENDOL  Bin ZAINURI  karena  gerak  geriknya  mencurikakan yang  saat  itu  menunggu  SAMIDIN  .
Dari  hasil  interogasi  petugas,  pada  hari  Jumat  tanggal  7 September  2018 sekira  pukul  13.00 wib  terdakwa  mendapat  pesanan  syabu  dari  temannya  SAMIDIN  dan memberikan  uang  Rp. 500.000,-, selanjutnya keesokan  harinya  tanggal  8  September  2018 terdakwa  mencerikan  syabu  tersebut  pada ALI  WIDAYAT  Als CILEK  Bin HARIYONO (  disidangkan  dalam  berkas  terpisah ) dengan  menyerahkan  uang  Rp. 500,000,-  tersebut ,setelah  syabu  ada  ditangan ALI  WIDAYAT  Als CILEK  Bin HARIYONO dibeli dari  RENO  ,  terdakwa bersama ALI  WIDAYAT  Als CILEK  Bin HARIYONO    di  rumah ALI  WIDAYAT  Als CILEK  Bin HARIYONO membagi  syabu  tersebut  menjadi  dua  ,  syabu  yang  petama  untuk  SAMIDIN dibungkus  plastic klip  dimasukan  dalam bekas  bungkus  rokok  Marlboro  hitam   lalu dibawa terdakwa dan  yang  ke dua dibungkus  plastic  klip dan  digulung  dengan kertas  resi Bank  BRI disimpan  ALI  WIDAYAT  Als CILEK  Bin HARIYONO  untuk dikonsumsi  sendiri  (ALI  WIDAYAT  Als CILEK  Bin HARIYONO  dan terdakwa  )  rencananya setelah  terdakwa menyerahkan  syabu  pada SAMIDIN .Saat  itu  juga   terdakwa pergi   bertemu  SAMIDIN  di  waduk  Notopuro Ds. Duren Kec. Pilangkenceng . Sambil  menunggu   terdakwa , ALI  WIDAYAT  Als CILEK  Bin HARIYONO  bermain   bilyart didekat  rumahnya  .
    Bahwa terdakwa  setelah  sampai  diwaduk  Notopuro Ds. Duren Kec. Pilangkenceng Kab. Madiun , pada  saat  duduk-duduk  menunggu  SAMIDIN terdakwa  ditangkap  petugas dan  setelah  digeledah  ditemukan  syabu  yang dibungkus  plastic  dimasukan  dalam  bekas pembukus  rokok  Marlboro  Hitam
Bahwa  antara   terdakwa  dan ALI  WIDAYAT  Als CILEK  Bin HARIYONO teman  sejak  dari  kecil  satu  desa   dalam  mengkomsumsi  syabu  slalu  berdua sedangkan  RENO  yang  selalu memasok  syabu  adalah  teman  ALI  WIDAYAT  Als CILEK  Bin HARIYONO   , dan  SAMIDIN   teman  yang  baru  dikanal   terdakwa .

-  Berdasarkan  Berita  Acara  Pemeriksaan Laboratoris  Kriminalistik Laboratorium Forensik  Cabang  Surabaya  yang menyatakan  bahwa  barang  bukti  dengan  No. LAB  : 8952  /NNF/2018 tanggal   28  September  2018  yaitu : Nomor  : 8923 / 2018 / NNF – seperti  tersebut  dalam  (1) adalah  benar Kristal  Metamfetamina  terdaftar  dalam  Golongan  1 (satu ) nomor  urut  61 Lampiran  1  UURI  No. 35 tahun 2009  tentang  Narkotika.
-  Barang  Bukti  yang  ada 1  buah  plastic  klip  kecil  berisi  Narkotika  jenis  syabu  berat    0,36  ( enol  koma  tiga enam )  gram  beserta  plastic  pembungjusnya  dimasukan  dalam  bungkus  Marlboro  hitam , 1 (  satu ) HP  Vivo  warna  gold,- .
Bahwa  terdakwa  tidak  mempunyai  kewenangan  atau  ijin untuk menjual ,menjual, membeli, menerima, menjadi  perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I.
 Perbuatan  terdakwa sebagaimana diatur  dan diancam  pidana dalam  Pasal  114 ayat       
(1)  Undanf-Undang Republik  Indonesia  Nomer  35 Tahun  2009  tentang  Narkotika.

                                                                                                                                                                            
Subsidair                                                                                                   
        Bahwa terdakwa YUSUP PRASTIYO Als GENDOL  Bin ZAINURI pada hari  Sabtu tanggal 8  September  2018 sekira pukul 15.30 wib atau pada waktu lain di bulan September 2018  bertempat di  waduk  Notopuro  Ds. Duren  Kec. Pilangkenceng   Kab. Madiun atau  pada suatu tempat yang masih termasuk dalam  daerah hukum Pengadilan Negeri Kab. Madiun , tanpa hak  atau melawan  hukum memiliki, menyimpan, menguasai  atau menyediakan  Narkotika  Golongan  I bukan tanaman, Perbuatan  terdakwa dilakukan  dengan cara sebagai berikut :
        Bahwa bermula  Petugas Kepolisian set resarkoba  Polres  Kab. Madiun saksi WAHIB HIDAYAT,SH dan  ANTON  WIBISONO ,SH  saat  melaksanakan patrol  karena  mendapat informasi  dari  masyarakat  telah  menangkap  YUSUF ( disidangkan  dalam  berkas  terpisah )  dan  hasil   pengembangan  penyidikan  selanjutnya  petugas  setnarkoba  menangkap  terdakwa  ALI WIDAYAT Als CILEK  Bin HARIYONO  di  saat  bermain  Bilyart  pada  waktu  dan  tempat  tersebut  diatas  .
 Dari  hasil  interogasi  petugas  sekira  pukul  13.00 wib  YUSUF memberikan  uang  Rp. 500.000,- kepada  terdakwa  untuk  dicarikan  syabu  atas  pesanan  SAMIDIN , selanjutnya  terdakwa  mencerikan  sabu  tersebut  pada  RENO , dengan  cara  sistim  ranjau (dengan  alat  komunikasi  HP ,syabu  diberikan  pada  suatu  tempat dan  uang  ditranswer  lewat  Bank )  saat itu  uang  belum  sempat  ditransfer , dan  setelah  syabu  didapat selanjutnya  terdakwa  dan  YUSUF  bertemu  dirumah   terdakwa  , untuk  membagi dua  syabu   dari  RENO , syabu  yang  petama  untuk  SADIMIN dibungkus  plastic klip  dimasukan  dalam bekas  bungkus  rokok  Malboro  hitam   lalu dibawa  YUSUF dan  yang  ke dua dibungkus  plastic  klip dan  digulung  dengan kerts  resi Bank  BRI disimpan  terdakwa  untuk dikonsumsi  sendiri  ( terdakwa  dan  YUSUF)  rencananya setelah  YUSUF menyerahkan  syabu  pada SAMIDIN  .Saat  itu  juga   YUSUF pergi   bertemu  SAMIDIN  di  waduk  Notopuro Ds. Duren Kec. Pilangkenceng . Sambil  menunggu  YUSUF  terdakwa   bermain   bilyart     tidak  berapa  lama    terdakwa  ditangkap  petugas  dan  saat  penggeledahan  di temukan  syabu di saku  celana uang  Rp. 400.000,- ( 100.000 ) untuk  main  Bilyart  dan  HP .l
Bahwa  antara   terdakwa  dan  YUSUF teman  sejak  dari  kecil  satu  desa   dalam  mengkomsumsi  syabu  slalu  berdua sedangkan  RENO adalah  teman  terdakwa  , dan  SAMIDIN  teman  yang  baru  dikanal  YUSUF .

-  Berdasarkan  Berita  Acara  Pemeriksaan Laboratoris  Kriminalistik Laboratorium Forensik  Cabang  Surabaya  yang menyatakan  bahwa  barang  bukti  dengan  No. LAB  : 8952  /NNF/2018 tanggal   28  September  2018  yaitu : Nomor  : 8923 / 2018 / NNF – seperti  tersebut  dalam  (1) adalah  benar Kristal  Metamfetamina  terdaftar  dalam  Golongan  1 (satu ) nomor  urut  61 Lampiran  1  UURI  No. 35 tahun 2009  tentang  Narkotika.
-  Barang  Bukti  yang  ada 1  buah  plastic  klip  kecil  berisi  Narkotika  jenis  syabu  berat    0,36  ( enol  koma  tiga enam )  gram  beserta  plastic  pembungjusnya  dimasukan  dalam  bungkus  Marlboro  hitam , 1 (  satu ) HP  Vivo  warna  gold,
      Bahwa  terdakwa  tidak  mempunyai  kewenangan  atau  ijin untuk  memiliki, menyimpan , menguasai  atau  menyediakan Narkotika  jenis  shabu.
.
      Perbuatan  terdakwa sebagaimana diatur  dan diancam  pidana dalam  Pasal  112 ayat       
     (1)  Undanf-Undang Republik  Indonesia  Nomer  35 Tahun  2009  tentang  Narkotika.


-       ATAU   -


KEDUA  :

          Bahwa terdakwa YUSUP PRASTIYO Als GENDOL  Bin ZAINURI pada hari  Sabtu tanggal 8  September  2018 sekira pukul 15.30 wib atau pada waktu lain di bulan September 2018  bertempat di waduk  Notopuro  Ds. Duren  Kec. Pilangkenceng   Kab. Madiun atau  pada suatu tempat yang masih termasuk dalam  daerah hukum Pengadilan Negeri Kab. Madiun ,Menyalahgunakan narkoba golongan 1 bagi  diri  sendiri, Perbuatan  terdakwa dilakukan  dengan cara sebagai berikut :
         Bahwa bermula  Petugas Kepolisian set resarkoba  Polres  Kab. Madiun saksi WAHIB HIDAYAT,SH dan  ANTON  WIBISONO ,SH  saat  melaksanakan patrol  karena  mendapat informasi  dari  masyarakat  telah  menangkap  YUSUF ( disidangkan  dalam  berkas  terpisah )  dan  hasil   pengembangan  penyidikan  selanjutnya  petugas  setnarkoba  menangkap  terdakwa  ALI WIDAYAT Als CILEK  Bin HARIYONO  di  saat  bermain  Bilyart  pada  waktu  dan  tempat  tersebut  diatas  .
 Dari  hasil  interogasi  petugas  sekira  pukul  13.00 wib  YUSUF memberikan  uang  Rp. 500.000,- kepada  terdakwa  untuk  dicarikan  syabu  atas  pesanan  SAMIDIN , selanjutnya  terdakwa  mencerikan  sabu  tersebut  pada  RENO , dengan  cara  sistim  ranjau (dengan  alat  komunikasi  HP ,syabu  diberikan  pada  suatu  tempat dan  uang  ditranswer  lewat  Bank )  saat itu  uang  belum  sempat  ditransfer , dan  setelah  syabu  didapat selanjutnya  terdakwa  dan  YUSUF  bertemu  dirumah   terdakwa  , untuk  membagi dua  syabu   dari  RENO , syabu  yang  petama  untuk  SADIMIN dibungkus  plastic klip  dimasukan  dalam bekas  bungkus  rokok  Malboro  hitam   lalu dibawa  YUSUF dan  yang  ke dua dibungkus  plastic  klip dan  digulung  dengan kerts  resi Bank  BRI disimpan  terdakwa  untuk dikonsumsi  sendiri  ( terdakwa  dan  YUSUF)  rencananya setelah  YUSUF menyerahkan  syabu  pada SAMIDIN  .Saat  itu  juga   YUSUF pergi   bertemu  SAMIDIN  di  waduk  Notopuro Ds. Duren Kec. Pilangkenceng . Sambil  menunggu  YUSUF  terdakwa   bermain   bilyart     tidak  berapa  lama    terdakwa  ditangkap  petugas  dan  saat  penggeledahan  di temukan  syabu di saku  celana uang  Rp. 400.000,- ( 100.000 ) untuk  main  Bilyart  dan  HP .l
Bahwa  antara   terdakwa  dan  YUSUF teman  sejak  dari  kecil  satu  desa   dalam  mengkomsumsi  syabu  slalu  berdua sedangkan  RENO adalah  teman  terdakwa  , dan  SAMIDIN  teman  yang  baru  dikanal  YUSUF .

-  Berdasarkan  Berita  Acara  Pemeriksaan Laboratoris  Kriminalistik Laboratorium Forensik  Cabang  Surabaya  yang menyatakan  bahwa  barang  bukti  dengan  No. LAB  : 8952  /NNF/2018 tanggal   28  September  2018  yaitu : Nomor  : 8923 / 2018 / NNF – seperti  tersebut  dalam  (1) adalah  benar Kristal  Metamfetamina  terdaftar  dalam  Golongan  1 (satu ) nomor  urut  61 Lampiran  1  UURI  No. 35 tahun 2009  tentang  Narkotika.
-  Barang  Bukti  yang  ada 1  buah  plastic  klip  kecil  berisi  Narkotika  jenis  syabu  berat    0,36  ( enol  koma  tiga enam )  gram  beserta  plastic  pembungkusnya  dimasukan  dalam  bungkus  Marlboro  hitam , 1 (  satu ) HP  Vivo  warna  gold,
Bahwa  terdakwa  tidak  mempunyai  kewenangan  atau  ijin  untuk  menggunakan narkoba golongan  I.

Perbuatan  terdakwa sebagaimana diatur  dan diancam  pidana dalam  Pasal 127 ayat (1) huruf  a Undang-Undang Republik  Indonesia  Nomer  35 Tahun  2009  tentang  Narkotika.

 

Pihak Dipublikasikan Ya